Melihat Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup P3K

By Kabar Pulau 26 Nov 2018, 09:40:10 WITKabar Kampung

 Melihat  Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup   P3K
Kabata dutu, atau tradisi menumbuk padi secara bergotong royong yang masih dilestarikan hingga kini

lhi Daerah seluruh Indonesia bersama Pemkot Tidore itu,  merupakan sebuah  pesta  berbasis  lingkungan yang dimulai dari  seminar lingkungan hidup  dan  pulau- pulau  kecil,  Festival Kalaodi  bahkan  menanam 5 ribu pohon mangrove di   Guruapin Kayoa Halmhera  Selatan. 

Dalam seminar nasional  pengelolaan pesisir dan pulau-pulau  kecil, Sultan Tidore bersama Direktur Walhi dan staf ahli Menteri DKP berbicara banyak hal tentang pengelolaan kelautan pesisir  dan pulau- pulau kecil di Maluku Utara.

Direktur Walhi Maluku Utara, Ismet Soelaiman  menjelaskan, kegiatan  ini dalam `memperingati Hari Ulang Tahun Walhi ke-38    17 hingga 20 November  lalu di Kalaodi – Tidore  dan Kayoa Ini  adalah sebuah rangkaian kegiatan  menjaga dan melindungi laut pesisir dan pulau-pulau kecil  termasuk pelestarian  budayanya. Pilihannya  Kalaodi karena   dijadidkan  kampong ekologi  pelindung kota Tidiore. Kalaodi dipercaya menjadi  penjaga Tidore oleh sebagian masyarakat. Posisi kampung  di pegunungan (± 900 mdpl) menjadikan Kalaodi dan tiga kampung lainnya  sebagai pelindung bagi perkampungan lain dan pusat kota   di pesisir.  Apalagi warga Kalaodi sendiri masih menjalankan tradisi yang berisi ritual-ritual kecintaan terhadap alam. Pala, cengkih, kenari, kayu manis, durian, pinang dan bambu yang menjadi sumber mata pencaharian warga, selain tanaman bulanan seperti tomat, cabe, sayur-mayur, dan rempah-rempah, berdampingan dengan hutan alam yang ada di sekitar perkampungan.

Sementara   Desa Guruapin – Kayoa untuk proses penanaman mangrove karena Kampung yang dikelilingi hutan mangrove  itu saat ini sedang menghadapi ancaman. Sementara

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar