Melihat Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup P3K

By Kabar Pulau 26 Nov 2018, 09:40:10 WITKabar Kampung

 Melihat  Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup   P3K
Kabata dutu, atau tradisi menumbuk padi secara bergotong royong yang masih dilestarikan hingga kini

p alam  dan Tuhan atas  rezki hasil kebun yang  telah dipanen  setahun lalu,” ujarnya. 

Sementara makna yang dikandung dalam  kata buku se dou atau  Gunung dan Lembah. adalah cerita tentang bagaimana memperlakukan gunung dan lembah  dalam mendukung hidup manusia secara berkelanjutan. Kampong di puncak Tidore  diapit  perbukitan hijau cengkih dan pala  dengan udara  sejuk itu,  dibanjir warga dari berbagai penjuru  Tidore, setidaknya ingin melihat  dari dekat tradisi  yang masih dijaga warga Kalaodi selama ini.  Gemuruh   tifamoro-moro, dan kabata  bergema  memecah  pagi di Kampung  yang berada di   atas ± 900 mdpl   itu berbeda dari biasanya.  “Buku se dou merupakan kegiatan adat dan budaya masyarakat Kalaodi yang berkaitan erat dengan ajakan menjaga alam,”kata  Samsudin Ali.

Apa yang disampaikan ini setali tiga uang dengan  kehidupan  masyarakat Kalaodi  yang bermukim di bawah bukit dan lereng hutan Lindung Tagafura. Hingga kini daerah itu  tetap terjaga  dan hutannya tetap lestari.

Semenatara untuk   Pekan Lingkungan  Hidup Pesisir Laut dan Ekowista Pulau-pulau Kecil   itu,  ingin mengirim  pesan  bagi  semua pihak agar  tidak mengabaikan   sinergitas antara tradisi  yang dibangun warga pulau kecil   turun temurun   dengan  harmonisasi   alam yang ditempatinya.    

Kegiatan  ini  dihadiri juga Sultan Tidore H Husain Syah,  Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Dr Aryo Hanggono,  Direktur Eksekutif Walhi  Nur Hidayati bersama Direktur Wa

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar