Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif

By Kabar Pulau 13 Feb 2018, 03:12:52 WITKabar Malut

   Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif
Hutan di Taman Nasional Ake Tajawe

di kawasan hutan maupun APL.

Menurut Siti, wilayah berkonflik dengan korporasi berizin akan lakukan mediasi. ”Pemerintah jadi simpul negosiasi dalam segala kepentingan. Kita lihat seperti apa yang bisa diselesaikan,” katanya.

Dia berharap, melalui perhutanan sosial jadi salah satu solusi proses penyelesaian konflik.

Bambang membenarkan, kalau usulan hutan adat di wilayah berizin untuk penetapan bakal memakan waktu. ”Kami berpihak pada rakyat, tetapi tak menghilangkan yang sudah terjadi. Jangan sampai malah menimbulkan masalah baru.”

Bambang juga akan menagih, sesuai aturan yang mewajibkan alokasi 20% konsesi untuk masyarakat (baru dalam konsesi usaha kehutanan). Aturan serupa juga akan ditegaskan pemerintah dalam kebijakan moratorium sawit.

Sebanyak 55% hutan kita adalah hutan produksi, hampir dapat dipastikan sebagian besar hutan adat ada di hutan produksi,” kata Ida Bagus Putera Parthama, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Setengah luasan hutan produksi sudah terbebani izin.

Berdasarkan hasil identifikasi usulan hutan adat, 379 wilayah hutan adat ada di hutan produksi pada 24 provinsi dengan luasan 3,2 juta hektar. Untuk di areal izin pemanfaatan hasil hutan, ada 275 usulan hutan adat di izin pemanfaatan hasil hutan di hutan produksi dengan luas 1,7 juta hektar.

”Jika tumpang tindih dengan izin, dilakukan pengurangan areal kerja IUPHHK atau jadi sebagai mitra pemegang izin,” katanya. Dia mengacu Permen LHK No 45 tahun 2016 soal tata cara perubahan luasan areal izin usaha pemanfaatan hasil hutan pada hutan produksi.

Sedangkan, kalau tak terbebani izin atau tak tumpang tindih, hutan adat jadi penapis dalam proses pemberian izin di kawasan hutan produksi tetap dan hutan produksi terbatas.

Suryo Adi Wibowo memprediksi, dari usulan pemeta

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar