“Dunia Maluku”

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:32:24 WITOpini

“Dunia Maluku”

, merupakan kesatuan unik yang tersaji sebagai sebuah peta budaya dalam hubungan komunitas individu didalamnya dan diluarnya, termasuk bangsa Eropa.

Seperti ditegaskan oleh Basri Amin dalam endorsement-nya tentang buku ini, bahwa Maluku pernah menjadi sentrum pergolakan dunia dalam waktu yang panjang. Persinggungan antara persaingan dan persaudaraan di tingkat lokal Maluku, hubungan lintas teritori, beserta konstruk legitimasi (mitis dan politik) yang menyertai regionalitasnya digunakan sedemikan rupa oleh para pembesar di Maluku menghadapi “dunia luar”. Kekuatan kolonial awalnya adalah narasi yang sekunder, lanjut Basri Amin, tetapi kemudian menjadi signifikan pengaruhnya ketika pergolakan ekonomi dunia dan persaingan “jalur maritim” memaksa Maluku untuk bernegosiasi dan berkompetisi.

Dunia Maluku dalam pandangan Andaya disimbolkan dengan pemeliharaan mitos dan dualisme Ternate Tidore. Mitos Bikusagara membentuk konsep sebuah “keluarga Maluku” yang dibatasi oleh Banggai-Buton di sebelah barat, Papua di sebelah timur, Loloda di sebelah utara, dan Bacan di sebelah Selatan. Mitos lain yang dilestarikan dalam julukan lama untuk Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan menjelaskan bahwa empat kerajaan itulah yang membentuk Dunia Maluku Utara, Andaya menyebutnya “empat pilar”. Mitos ini menjadi dasar proses politik yang melibatkan dorongan dari “anggota keluarga” untuk mengadopsi pakaian, gelar, bahasa dan agama dari wilayah “pusat”. Namun, menurut Andaya proses ini tidak pernah berlangsung dengan berhasil karena kekuatan spiritual lokal dan sifat  masing-masing kebudayaan terbukti sungguh luar biasa kuatnya. Namun demikian, dalam keluarga Maluku terdapat penerimaan atas gagasan yang berasal dari wilayah pusat dan pinggiran (dualisme), keduanya teramat penting bagi pemeliharaan ke

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar