“Dunia Maluku”

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:32:24 WITOpini

“Dunia Maluku”

ktif orang pribumi. Menurutnya, fenomena sejarah seharusnya dibaca dengan menggunakan “kaca mata” pribumi.

Cerita tentang dunia Maluku menurut Andaya adalah cerita yang berlapis-lapis, namun sang penutur cerita khususnya hampir seluruhnya merupakan bangsa Eropa. Selanjutnya, Andaya menyebut bahwa berdasarkan teori-teori klasik dan Kristen yang telah mapan mengenai wilayah pusat dan pinggiran, representasi bangsa Eropa tentang masa lalu mempertunjukkan bahwa rakyat yang dijumpai di Maluku adalah terbelakang dalam hal moral dan budaya. Pandangan-pandangan bangsa Eropa tentang bangsa lain dan kebudayaannya menurut Andaya dengan mengutip Glacken, menemukan cita rasanya terbesarnya pada abad XV dan XVI dimana bangsa secara etnosentris menamakannya zaman penemuan (age of discovery). Konsep bangsa Eropa tentang waktu dan “kemajuan” ini lanjut Andaya  betul-betul berkebalikan dibandingan dengan gagasan waktu menurut penduduk bumiputera Maluku yang adalah melingkar dan berurutan. Dua mode penafsiran masa lalu, masa kini dan masa depan, yang berbeda ini merupakan sebah masalah yang mendasar dalam hubungan diantara kelompok-kelompok tersebut dalam zaman modern awal. 

Lebih jauh, Andaya menegasan bahwa fondasi dari gagasan-gagasan penduduk bumiputra Maluku tentang dunia dapat ditemukan dalam mitos, kisah, dan serpihan-serpihan dari masa lalu yang tetap bertahan dalam ingatan kolektif. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kepercayaan asli terhadap kesatuan mistis yang dikenal sebagai Maluku, yang menghubungkan seluruh pulau dengan banyak ragam komunitas etnolinguistik didalamnya sebagai satu keluarga. Dalam menjaga gambaran ini, hubungan antara pusat dan pinggiran  ditandai dengan semua pertanggungjawaban yang saling menguntungkan (mutual). Dalam pandangan Andaya, dunia Maluku, digambarkan dan disahkan melalui mitos itu

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar