Wujudkan LIN Dorong Ekspor Perikanan

By Kabar Pulau 27 Jan 2017, 13:53:04 WITKabar Malut

Wujudkan LIN Dorong Ekspor Perikanan

 Awali Ekspor Saku Tuna 16 Ton dari Kepsul

Kontribusi sektor perikanan Maluku Utara terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara terus digenjot. Ini mengingat  potensi perikanan daerah ini yang sangat besar.   Tahun 2015 kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Malut masih di bawah 5 persen. Ini masih sangat kecil dibandingkan provinsi Sulut yang mencapai di atas 5 persen. Padahal ekspor ikan provinsi Sulut itu banyak dari Maluku Utara. " Produksi ikan Maluku Utara banyak dibawa keluar untuk diekspor. Misalnya ke Bitung, Makassar, Bali dan Surabaya," jelas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Buyung Radjilun

Hal ini sebenarnya  sangat merugikan  Malut  karena kehilangan kontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi. 2015 lalu dari data BPS nilai ekspor perikanan hanya mencapai Rp900 juta lebih. Padahal produksi perikanan telah mencapai 200 ribu ton lebih. Itu  belum terhitung hasil tangkapan yang langsung dibawa keluar tanpa didaratkan atau dicatat sebagai hasil produksi perikanan Maluku Utara. "Asumsi kita produksi ikan Maluku Utara bisa mencapai 400 ribu ton lebih per tahun dan ini sangat merugikan daerah," katanya

Karena itu perlu reformasi pengelolaan perikanan Maluku Utara yang tentu membutuhkan kerja sama semua pihak tidak hanya DKP Provinsi Maluku Utara. "Kami menyambut baik apa yang menjadi keinginan Pak Nyoman kepala cabang Bea Cukai Ternate. Ke depan diharapkan ada kerjasama DKP Maluku Utara dan pihak Bea Cukai untuk menertibkan ekspor perikanan Maluku Utara melalui penerbitan administrasi kepabeanan dari kantor bea cukai Ternate," ujarnya

Sebagai langkah awal dimulai dengan ekspor produk saku tuna sebanyak 16 ton yang rencana diekspor langsung dari Kepulauan Sula ke negara tujuan ekspor Amerika Serikat. "Diperkirakan nilai ekspor produk saku tuna ini mencapai Rp3

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar