Ternate dan Cerita-cerita yang Belum Tuntas

By Kabar Pulau 19 Jan 2017, 16:21:41 WITOpini

Ternate dan Cerita-cerita yang Belum Tuntas

 

Oleh: Rajif Duchlun

 Jurnalis

HANUM, Maya dan Sukma. Mereka adalah nama-nama dan tokoh yang ditulis Mustofa W Hasyim dalam sebuah karya sastranya. Novel berjudul Hanum; Sayap-sayap Perlawanan itu ditulis Mustofa dengan kekristisannya yang teramat apik. Kisah ketiga mahasiswa ini, tidak saja menggambarkan suasana hati seorang pelajar yang hidup menyusuri perasaan perempuan, cinta, juga romantisme pertemuan, melainkan menyibak realitas, atas kasus-kasus sosial yang didalangi sebuah Negara.

Mustofa mencoba mengatur alur serta latar Novel tersebut secara jujur. Pengalamannya sebagai wartawan dan seorang aktivis membuat ia percaya; apa-apa yang diperankan Hanum, Maya dan Sukma telah mengeksplorasi tiap fakta yang kita amati dari detik ke detik. Dalam kisah itu, mereka bertiga sedang melakukan penelitian atas apa yang terjadi di tengah-tengah pergulatan pasar. Kehadiran Mall, Betamart dan Hypermart menjadi sorotan dan prioritas pada penelitian mereka.

Karena merasa kehadiran pusat perbelanjaan tersohor itu dapat mengganggu kestabilan pasar tradisional, mereka pun berusaha dan berjanji akan melakukan perlawanan dan pergerakan demi menciptakan persaingan pasar yang tidak patuh pada kuasa modal. Tapi apa yang didapat, perlawanan itu sempat kandas setelah Negara—melalui pemerintah daerahnya melakukan pembunuhan terhadap keluarga-keluarga mereka yang ‘melawan’.

Cerita itu, membuat saya terusik dan merasa geli sendiri. Bukankah, kota yang sedang saya tempati ini, juga menaruh kemiripan atas apa yang terjadi pada kisah Hanum, Maya dan Sukma? Meskipun kota ini belum begitu menunjukan keke

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar