Tergusur dari Pembangunan Kota

By Kabar Pulau 01 Jun 2017, 11:58:23 WITOpini

Tergusur dari  Pembangunan Kota

Penulis:Abdulharis Doa

Ketua Umum  Koordinator Cabang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Maluku Utara

Tidaklah susah untuk menilai kota sebagai representasi dari gerak cepat pembangunan. Diperkotaanlah tumbuh gedung- gedung pencakar langit, bersebaran gerai-gerai makanan cepat saji (fast-food), pusat transaksi perbankan, dalam riuh rendahnya hiburan malam. Dalam kehidupan manusia sekarang, hidup diperkotaan adalah terlibat dalam jalinan aktifitas pada ruang yang makin tersegmentatif dari aktifitas manusia, yaitu pendidikan, ekonomi, politik serta kebudayaan. Walau tersegmentatif begitu, jalinan itu tetap tertata kompleks secara struktural ke dalam kontrol Negara. Selain itu, pada pembentukan karakter dan model interaksi, perkotaan mewakili proses individuasi yang mengental, individuasi yang menjadikan hubungan-hubungan sosial paling intim hanya terjadi didalam unit-unit kemasyarakatan yang lebih kecil (keluarga). Kiranya di perkotaan jualah, makna waktu (time), yang dimasyarakat agraris cenderung dipahami secara mekanik (menurut perputaran musim tanam), lantas berubah menjadi ‘waktu industrial’. Yaitu jenis waktu yang dimaknai dalam rasionalitas instrumental, yang sangat ketat mengkalkulasi efektifitas, efisiensi dan pencapaian tujuan-tujuan yang rasional. Mungkin karena itu, bagi orang kota Time is Money !!.

Demikian halnya, perkembangan kota-kota menjelaskan perkembangan yang makin kompleks dari masyarakat manusia. Seturut pula dengan itu, tentu saja turut berkembang pula teori-teori perkotaan yang coba untuk terus memaknai arti perkembangan kota-kota manusia. Salah satu model teori yang diadopsi mula-mula dalam kajian tentan

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar