Terdakwa Korupsi Pimpin Dikjar Malut

By Andhy EH 20 Des 2016, 00:01:45 WITKabar Malut

Terdakwa Korupsi Pimpin Dikjar Malut

SOFIFI–  Semestinya seorang terdakwa kasus korupsi tidak memegang jabatan-jabatan strategis di pemerintahan. Apalagi kasus hukumnya dalam proses persidangan.  Ini berbeda dengan  di Pemerintah Provinsi Maluku Utara.  Gubernur Maluku Utara H Abdul Gani Kasuba malah mengaktifkan kembali Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi yang menjadi tahanan kota dalam kasus dugaan penyelewengan dana Beasiswa untuk Siswa Miskin (BSM).  Pengaktifan terdakwa korupsi Imran Yakub ini berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor: 821.2.22/KEP/06/2016, tanggal 19  April 2016.

Keputusan  ini memutuskan, mencabut Keputusan  sebelumnya bernomor: 821.2.22/KEP/03/2016, 7 Maret 2016 tentang pemberhentian  dari jabatan Kepala Dikjar (Kadikjar), sekaligus mengaktifkan kembali Imran Yakub sebagai Kadikjar Provinsi Malut, terhitung sejak 19 April 2016. Ini ditetapkan dan dikeluarkan atas pertimbangan surat penetapan dari Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate 15 April 2016 yang memberikan status tahanan kota dari yang bersangkutan. Dasar inilah Majelis Hakim Pengadilan Tipikor mengijinkan gubernur Abdul Gani Kasuba mengembalikan jabatan Imran Yakub sebagai Kadikjar.

Keputusan Gubernur ini tidak disertai Surat Pemberhentian Adhan Alim sebagai Kepala Dikjar Malut yang menggantikan Imran saat awal menjalani proses hukumnya.  Otomatis, Adhan Alim sejauh ini masih resmi sebagai Kepala Dikjar. Data yang diperoleh kabar pulau   terdapat kejanggalan pada tanggal dikeluarkannya SK pengaktifan kembali Imran Yakub dan tanggal diberhentikannya Imran Yakub dari Kadikjar Malut. Ini terlihat jelas dalam Keputusan Gubernur  19 April 2016 yang memuat tanggal pemberhentian Imran Yakub 7 Maret 2016. Sementara pada Surat Perintah Gubernur N

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar