Setiap Tahun Malut Kehilangan Rp1,2 Triliun dari Laut

By Andhy EH 24 Des 2016, 19:11:08 WITKabar Kota Pulau

Setiap Tahun Malut Kehilangan Rp1,2 Triliun dari Laut

Kekayaan laut di wilayah Maluku Utara (Malut) sekarang ini belum dimaksimalkan oleh Pemerintah daerah (Pemda). Padahal bila  dikelola dan  dimanfaatkan hasil lautnya  terutama produksi ikan, maka setiap tahun nilai produksi ikan yang masuk ke daerah sama dengan DAU dari pusat. “Nilai produksi ikan yang dibawa keluar mencapai Rp 1,2 Triliun atau sama dengan DAU Malut. Belum lagi hasil pencurian ikan oleh nelayan  asing, ini sangat merugikan daerah,” jelas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Malut M Buyung Radjiloen .  Dia menjelaskan, dari data statistik perikanan tangkap tahun 2013, secara nasional Malut berada di urutan ke 16 penghasil ikan di Indonesia setelah Sulawesi Utara (Sulut) berada di urutan ke 5.  ”Sekitar 70 persen produksi ikan Sulut di tangkap di perairan kita. Asumsi kami apabila produksi ikan hasil tangkapan yang dibawa ke luar daerah dapat didaratkan di Malut maka bisa dipastikan menjadi salah satu daerah produsen perikanan terbesar di Indonesia,” ungkapnya.   Lanjut dia, pencanangan Malut sebagai lumbung ikan dimaksudkan sebagai upaya mendorong Malut sebagai salah satu produsen perikanan terbesar di Indonesia. Dia berharap daerah ini ke depan tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri.  “Mari kita songsong Malut yang mandiri dan maju agar dapat mewujudkan masyarakat nelayan  kita yang lebih sejahtera,”ujarnya.

Sementara akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Abdul Muthalib Angkotasan mengatakan, Pemprov harus memliki data base, berapa jumlah ikan di perairan Malut dan di area mana saja dapat ditetapkan memiliki ikan berlimpah. “Seperti di Kabupaten Biak, mereka mendesain  kapal penangkap ikan sekaligus pabrik pengelolaannya di dalam kapal. Sebelum itu, mereka juga sudah punya

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar