PerilakuSuicide

By Kabar Pulau 07 Jan 2017, 05:33:27 WITOpini

PerilakuSuicide

Oleh : Syaiful Bahry

Dosen Psikologi FISIP UMMU dan Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Malut

 

          Kasus suicide aliasbunuh diri semakin marak terjadi di Maluku Utara, khususnya di kabupaten Halmahera Utara. Surat kabar harian Malut Post edisi Kamis, 05 Januari 2017 menemukan 6 kasus bunuh diri di 3 lokasi yang berbeda yaitu, Kao, Tobelo dan Galela, dengan  usia korban bunuh diri relatif masih muda dengan kategoriremaja. Kasus-kasus bunuh diri lainnya tidak menutup kemungkinan banyak terjadi sebelum kasus-kasus diatas yang belum terekspos oleh media.

            Kejadian bunuh diri dapat terjadi pada semua golongan umur dengan berbagai latar belakang penyebab yang bervariatif, diantaranya seorang anak sekolah menengah atas melakukan gantung diri gara-gara tidak naik kelas, seperti kasus MS (nama inisial)  17 tahun di Kao. Kejadian lain seorang remaja melakukan bunuh diri karena masalah keluarga, seperti kasus WM (24 tahun) di Tobelo. Dan kasus FK (24 tahun) di Galela, karena masalah cemburu terhadap suami yang lebih memperhatikan istri pertama.

Kasus-kasus bunuh diri yang terjadi kemudian di teliti oleh banyak ahli di dunia, salah satunya ahli psikologi. Dari penelitiannya, maka bunuh diri didefinisakan sebagai pengambilan tindakanuntuk melukai diri sendiri yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang.Orang yang melakukan tindakan bunuh diri mempunyai pikiran dan perilaku yang merupakan perwakilan (representing) dari kesungguhan untuk mati dan juga merupakan manifestasi kebingungan (ambivalence) pikiran tentang kematian (Hoeksema, 2001).Ada dua teori psikologi yang mengkaji kasus bunuh diri yaitu teori psikodinamik dan teori kognitif-behavior.


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar