Pembangunan PLTS di Halamhera Diduga Bermasalah

By 30 Des 2016, 13:06:52 WITPolmas

Pembangunan PLTS di Halamhera Diduga Bermasalah

Penulis King Faisal

Anggaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Selatan, Maluku Utara, bermasalah.

Sampai sekarang kegiatan di lapangan ditemukan belum rampung 80 persen.

Alokasi anggaran pembangunan PLTS di Bumi Haliyora atau sebutan lain Halmahera itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 77,8 miliar.

Amatan  kabarpulau.com, di beberapa desa lokasi pembangunan, pekerjaan material berupa pemasangan panel surya, kabel-kabel, dan rangka penunjang PLTS tidak ditemukan.

 Kabarpulau hanya menemukan bangunan selter, pondasi panel surya, dan pagar keliling. Juga beberapa tiang listrik yang masih dalam tahap pekerjaan. Sisanya nihil alias tidak ada.

Proyek pemerintah yang diduga bermasalah itu meliputi pembangunan PLTS di Halmahera Utara pada desa Kumo Rp 5,7 miliar, desa Kakara Rp 5,8 miliar dan Tagalaya Rp 5,5 Miliar.

 Laporan Bohong

Fakta di lapangan pada progres fisik pekerjaan ditemukan rata-rata di bawah 40 persen. Kondisi ini tidak sesuai dengan laporan atau pernyataan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara Safrudin Manyila yang mengatakan mencapai 88,12 persen.

Sekretaris Komisi III DPRD Malut Sahril Tahir mengatakan, proyek pembangunan PLTS itu dikerjakan oleh PT Modern Raya dan PT Sumber Energi Bumi. Itu dilihat sesuai kontrak.

“Masa kontrak berakhir 17 Desember 2016. Kalau dilihat berdasarkan pekerjaan yang ada maka dipastikan tidak selesai,” kata Sahril, pada Liputan6.com, Senin (21/11/2016).

Sahril

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar