Partisipasi Ekonomi Perempuan Masih Rendah

By Kabar Pulau 08 Des 2017, 22:03:16 WITPolmas

Partisipasi Ekonomi Perempuan  Masih Rendah

Partisipasi  perempuan ikut membangun ekonomi    dirasakan masih rendah. Hanya ada antara 15 sampai 25 persen saja.  Padahal, sebenarnya perempuan  mengisi 70 persen dari tuntutan konsumsi. Dalam soal ini ada beragam faktor  sebagai penyebabnya.   “Bisa bersumber dari internal penyedia pekerjaan karena kebijakan yang tidak sensitif jender maupun faktor eksternal dalam bentuk norma dan pandangan yang cenderung mensubordinasi perempuan,” kata Suyono Reksoprojo, Board Indonesia Coalition Business for Women Emporment (IBCWE) saat membacakan sambutan pendiri dan Ketua Dewan Pembina IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani dalam  Graduation Short Course Journalist Training Kesetaraan Gender di Dunia Kerja, Kamis (7/12) malam di Jakarta. Menurutnya, rendahnya partisipasi ekonomi perempuan terjadi karena perusahaan tidak menyediakan fasilitas yang  mendukung perempuan.

Padahal sesuai data MSCI World Index 2016 menunjukkan, dominan perusahaan yang dipimpin  perempuan  memperoleh laba bersih (return on equity) 10,1 persen setiap tahun. Jika  dibandingkan perusahaan tanpa kepemimpinan perempuan,  laba bersihnya berkisar 7,4 persen.  

Direktur Eksekutif IBCWE  Dini Widiastuti,  menambahkan,  sektor privat menyediakan sembilan dari sepuluh kesempatan kerja yang tersedia di negara-negara berkembang.  “Namun jumlah perempuan yang berpartisipasi di dunia kerja, di sektor formal secara global, kurang dari 50 persen," ujarnya. Menurutnya  dalam laporan    International Labor Organization (ILO) menunjukan bahwa  perempuan berpartisipasi di pasar tenaga kerja sektor formal 27 persen lebih rendah dari laki-laki.

Kesempatan itu Dini juga  menyoroti  tantangan lain seperti keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar