PAD Malut Bocor di Manado dan Jakarta

By 27 Des 2016, 18:30:53 WITPolmas

PAD Malut Bocor di Manado dan Jakarta

Potensi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Maluku Utara bocor. Sampai sekarang belum tertangani. Menyebabkan daerah setempat merugi hingga ratusan miliar.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara Rais Sahan Marsoly mengungkapkan, beberapa potensi PAD yang mengalami kebocoran. Dua di antaranya Sulawesi Utara dan Jakarta.

“Ini imbas dari pekerjaan Pansus (Pendapatan DPRD dan Panitia Pendapatan Provinsi Malut) yang tidak tuntas. Olehnya itu Komisi II menindaklanjuti pada rapat bersama komponen SKPD pendapatan. Kita upayakan agar APBD Malut tidak devisit lagi pada periode anggaran 2017,” kata Rais Marsaoly, saat dihubungi   melalui telepon, Sabtu (26/11/2016).

Politisi NasDem itu mengatakan, komponen APBD berupa pendapatan dan pembiayaan di pemprov setempat saat ini tidak sehat. Pengeluaran belanja tidak sebanding dengan PAD dan pendapatan lain-lain yang sah. Kondisi ini berimbas pada devisit yang dialami mencapai Rp 485 miliar.

Rais mengatakan, selain potensi PAD yang bocor juga terdapat banyak potensi pendapatan yang belum tergarap oleh SKPD pendapatan, seperti Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan dan Disperindag.

“Menyangkut potensi pendapatan di Dinas Kehutanan dan Dinas Perikanan yang bocor ke luar itu dalam waktu dekat Komisi II (DPRD Malut) akan berkunjung ke Sulawesi Utara (pada minggu pertama Desember 2016). Akan melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan melibatkan Polair, Lanal, Pemprov Maluku Utara dan Sulawesi Utara, di Manado,” katanya.

Pelibatan beberapa komponen itu, sambung dia, karena ada temuan Komisi II DPRD Malut terkait izin ganda kapal-kapal nelayan yang mencari ikan di perairan Malut dan Sulawesi Utara.

“Ada beberapa kapal yang beroperasi di Sulawesi Utara menggunakan izin dari Pemprov Sulawesi Utara. Ketika ke sini menggunakan izi

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar