NKRI, Archipelago atau Negara Kepulauan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:29:13 WITOpini

Oleh : Isra Beng

 Sejarah maritim sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak dikenalnya jalur perdagangan di Asia abad 1 masehi, Nusantara bagian barat memetik manfaat dari interaksi perdagangan maritim. Di sepanjang jalur itu, terbentunk kantong- kantong niaga atau pusat-pusat perdagangan (emporium) yang berkembang menjadi kekuatan pusat politik yang besar (imperium). Dalam proses itu tersiar agama Hindu dan Budha, kemudian Islam dan Kristen. Selain itu, terjadi juga proses alih pengetahuan dan kreasi teknologi perkapalan. Kapal galey misalnya, yang merupakan jenis kapal perang Arab diproduksi oleh pandai kapal Portugis, dan ditemukan di kawasan timur Nusantara. Perjalanan kerajaan-kerajaan Nusantara yang pernah menorehkan tinta kejayaan karena memanfaatkan potensi kelautan. Seharusnya cara pandang yang harus dibangun dalam masyarakat Indonesia adalah negara kelautan. Selama ini kita terpukau dengan cara perpikir ke daratan, sehingga terminologi kita sebagai archipelagic state diterjemakan dengan kepulauan, yang menempatkan tanah sebagai aspek utama. Kerajaan dan Kesultanan yang bergiat di sektor maritim lewat pelayaran dan perdagangan. Bermula dengan Sriwijaya di Sumatra Selatan, yang berhasil mengontrol lalu lintas perdagangan di Selat Malaka dan Selat Sunda. Pada periode berikutnya Jawa tampil Kerajaan Majapahit, berkat kesuksesannya mengontrol laut Jawa, Majapahit dapat menjalin hubungan niaga dengan daerah-daerah di Nusantara dan mancanegara, yang terekam dalam Negarakartagama. (Hamid 2013 : xi-xii).

Berbagai literatur sejarah menjelaskan, sesudah tahun 1334, kerajaan Majapahit melakukan perluasan wilayah yang meliputi pantai Barat Irian sampai Langkasuka di semenanjung Tanah Melayu. Semua pulau-pulau yang berada di Nusantara tunduk di bawah Majapahit dengan peng

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar