Melihat Pulau Mare, Pusat Pembuatan Gerabah di Maluku Utara

By Kabar Pulau 05 Mei 2017, 08:17:58 WITKabar Kampung

Melihat Pulau  Mare,  Pusat Pembuatan Gerabah  di Maluku Utara

Kaum Perempuan  Menjadi  Tulang Punggung Ekonomi

Pernahkah anda menggunakan gerabah? Kerajinan tangan yang merupakan seni rupa terapan ini telah ada sejak zaman Neolitikum (zaman prasejarah atau zaman batu baru) atau sekitar 3000 - hingga 1100 SM. Gerabah terbuat dari tanah liat dan berfungsi sebagai perkakas rumah tangga. Di Indonesia, daerah- daerah yang menghasilkan gerabah diantaranya adalah Mayong (Jepara), Klampok (Purwokerto), Jatiwangi, (Majalengka), Dinoyo (Malang), Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Takalar (Sulawesi Selatan), Plered (Purwakarta), Sitiwangun (Cirebon), Kasongan (Yogyakarta), Banjarnegara (Bandung), Kapal (Bali).Gerabah- gerabah yang dihasilkan oleh keenam daerah di atas adalah gerabah tradisional dan juga gerabah yang telah memperhatikan efek estetis yaitu gerabah modern yang dikelola secara professional dan memiliki kualitas tinggi karena pemilihan bahan dasar, desain, ragam hias dan proses akhir pembuatan yang lebih maju.( tempolagu.blogspot.id)   

Ternyata  kerajinan khas gerabah di Maluku Utara juga tidak kalah menarik dengan enam daerah di atas.  Adalah Mare, sebuah pulau  kecil di sebelah barat  Tidore  Kepulauan. Pulau ini menjadi penghasil  gerabah  cukup terkenal di  Maluku Utara. Hasil  olah tangan ibu- ibu dari pulau ini cukup dikenal. Tidak hanya di Maluku Utara tetapi juga ke Maluku dan Papua.

Menurut  data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia  (KKP) luas pulau ini mencapai 200 hektar  atau 20 km dengan  dua desa  yang berpenduduk mencapai 1000 orang.  Pulau ini memiliki  dua kampung  yakni Mare Kofo di bagian barat dan Maregam di bagian timur yang memiliki  mata pencarian berbeda.

Penduduk Mare Kofo adalah nelayan, sedangkan warga Mare Gam menjadikan

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar