Malut Canangkan Lima Kawasan Konservasi Perairan

By Kabar Pulau 25 Jan 2017, 15:27:59 WITKabar Malut

Malut Canangkan Lima Kawasan Konservasi Perairan

Provinsi Maluku Utara  sebagai daerah kepulauan   memiliki  luas  145.801,10 km2, terdiri dari luas lautan 113.796,53 km2 atau 69,08 persen dan luas daratan 32.004,57 km 2 atau 30,92 persen.  Provinsi ini  memiliki  10 Kabupaten/Kota,  yaitu Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Kepulauan Sula, Pulau Morotai dan Pulau Taliabu, serta Kota Tidore Kepulauan dan  Kota Ternate. 

Kawasan  laut Maluku Utara secara geografis berada dalam kawasan segitiga karang dunia (Coral triangle) dengan  keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang cukup tinggi. Kekayaan ini  dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber mata pencaharian maupun pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk pemanfaatan dan pengelolaan potensi sumberdaya pesisir dan laut tersebut, beberapa daerah di Maluku Utara telah mencadangkan  sebagai kawasan konservasi perairan.

Mohtar Wahid  Kapala Seksi Tata Ruang laut  DKP  Provinsi Maluku Utara kepada kabarpulau.com menjejaskan,  daerah-daerah yang dicadangkan  sebagai kawasan konservasi itu meliputi beberapa pulau dan kawasan lautnya.

Pulau-pulau dan kawasan laut itu  adalah  Pulau Mare.  Pulau Mare yang terletak di kecamatan Tidore Selatan  ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui SK Walikota No. 72.2 Tahun 2012 dengan luas kawasan yaitu 2.810 Ha, meliputi wilayah pesisir 603, 7 Ha dan Wilayah perairan 2.206 Ha.  “Status kawasan Pulau Mare masih berada pada level pencadangan, dengan kawasan zona inti  daerah migrasi ikan lumba-lumba   meliputi daerah perairan Oba Tengah hingga Pulau Mare,” jelasnya .

Pulau Rao. Pulau Rao terletak di kecamatan Morotai Selatan Barat, melalui SK. Bupati No. 523/42/PM/2012 dengan luas kawa

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar