Makna Bambu Batik Bagi Kehidupan Warga Tongole Pulau Ternate

By Kabar Pulau 07 Mar 2017, 10:50:37 WITKabar Kota Pulau

Makna Bambu Batik Bagi Kehidupan  Warga Tongole Pulau Ternate

Semulai Hidup Liar,  Kini Menjadi Sumber Pendapatan

Penulis: Ika Fuji Rahayu

Bagi sebagian masyarakat Tongole, pohon bambu jauh lebih berharga dibandingkan tanaman sayur-sayuran. Dari bambu yang kemudian diolah menjadi bermacam hasil kerajinan lah mereka bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anak . Sayang, hasil karya ini makin lesu  di pasar lokal.  

Masyarakat Lingkungan Tongole, Kelurahan Marikurubu, Kota Ternate Tengah, telah begitu akrab dengan bambu. Pohon-pohon bambu bercorak bercak cokelat, yang kemudian menjadi alasan bambu jenis ini disebut bambu batik, cenderung tumbuh secara liar di halaman rumah dan lahan kebun mereka yang terletak di lereng Gunung Api Gamalama. Meski tumbuh liar, masing-masing warga tahu pohon bambu mana saja yang layak diklaim sebagai miliknya. “Kalo tumbuh di lahan saya ya berarti milik saya. Kalo tumbuh di hutan, atau lahan yang bukan milik siapa-siapa, tapi kalo saya yang merawatnya berarti milik saya juga,” tutur Asman Ali, salah satu pengrajin bambu batik  belum lama ini.

Bambu adalah penyambung hidup utama Asman dan 17 rekan sesama pengrajin lainnya di Tongole. Meskipun rata-rata mereka juga memiliki kebun sayur mayur dan tanaman tahunan semacam pala dan cengkeh, namun menjadi pengrajin bambu merupakan profesi turun temurun yang diwariskan oleh orangtua mereka. “Awalnya saya tidak pernah belajar membuat kerajinan bambu. Tapi karena tiap hari melihat orangtua bikin, jadi dengan sendirinya akhirnya bisa juga. Waktu itu masih kecil,” aku pria 47 tahun yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) itu.

Saking berartinya pohon bambu bagi warga, untuk sekedar menebangnya pun tak mereka lakukan secara sembarangan. Menurut Asman, bambu baru bisa ditebang jika kondisi air laut tengah surut d

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar