Koridor RIMBA Butuh Badan Kerjasama Ekonomi Hijau

By Kabar Pulau 24 Jan 2017, 22:23:50 WITLingkungan Hidup

Koridor RIMBA Butuh Badan Kerjasama Ekonomi Hijau

Koridor RIMBA Butuh Badan Kerjasama Ekonomi Hijau

JAMBI- Kawasan Ekosistem RIMBA (Riau, Sumatera Barat, Jambi) akan tetap dipertahankan seluas 40% dari total luas pulau Sumatera. Hal ini untuk mengendalikan perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan sebagai upaya mewujudkan kawasan berfungsi lindung dengan vegetasi hutan.   “Ini adalah mandat dari Perpres No 13 Tahun 2012. Sehingga dalam pengembangan pengelelolaan kawasan peruntukan hutan harus  berprinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Termasuk merebilitasi kawasan peruntukan hutan yang mengalami deforestrasi dan degradasi,” demikian ungkap Direktur Pemanfaatan Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Dwi Haryawan dalam Pertemuan SKPD yang berasal dari tiga propinsi, yakni Riau, Sumatera Barat dan Jambi, Selasa (24/1) pagi di Hotel Rumah Kito, Jambi. 

 Pertemuan Tata Kelola dan Pertumbuhan Ekonomi Hijau Koridor Hutan Riau, Jambi dan Sumatera Barat (RIMBA) ini diselenggarakan selama dua hari atas inisiatif dan kerja sama antara Kementerian ATR dan Yayasan WWF Indonesia. Dalam pertemuan yang dihadiri Bappeda dan unsur SKPD lainnya dari 3 propinsi dan 6 kabupaten tersebut mengungkapkan tingginya permintaan pembentukan sebuah lembaga atau Badan Kerja Sama Ekonomi Hijau (BKEH) untuk mengelola kawasan ekosistem RIMBA. 

 “Ini sesuai amanat Perpres 13 Tahun 2012,” tutur Dwi. 

 Dalam presentasenya, Dwi juga menyebutkan telah terjadi deforestrasi yang tinggi di pulau Sumatera.Berdasarkan data yang disampaikannya, pada 1990, tutupan hutan di pulau Sumatera masih diangka 20,4 juta hektar (47%) dari total luasan pulau. Kerusakan yang terjadi mulai tahun 1985. Kerusakan kawasan tutupan hutan mencapai 19%. 

 Pada tahun 2000, jumlah tutupan hutan hanya tinggal 15,3 juta hektar (

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar