Kontras Gelar Perkara Kasus Pemidanaan yang Dipaksakan

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:04:28 WITTelusur Pulau

Kontras Gelar Perkara Kasus Pemidanaan yang Dipaksakan

TERNATE-  Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Kamis (29/8) mengadakan kegiatan publik  gelar perkara  bertajuk "Pemidanaan yang Dipaksakan" bertempat di Elisabeth Hotel, Ambon. Dalam  kegiatan  ini membahas 4 kasus kriminalisasi yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara. Dalam pembahasan itu mereka  membahas  kasus Adlun Fiqri yang dijerat UU ITE, kasus Bokum dan Nuhu, kasus penangkapan 9 warga Ambon yang melakukan aksi damai dan dituduh makar, kemudian kasus penangkapan 3 warga Taiwei di pulau Seram Barat.

Tujuan  diadakan kegiatan ini  adalah karena semakin meningkatnya praktik kriminalisasi atau pemidanaan yang dipaksakan terhadap masyarakat di berbagai daerah. Yanes Balubun, dari AMAN Maluku pada pembukaan acara, mengatakan, kegiatan ini untuk mensosialisasikan kepada  semua pihak  yang prihatin terhadap orang yang dipidana karena mereka belum tentu  menjadi pelaku. Selain itu, juga menjadi pelajaran bagi  semua. “Saya berharap gerakan yang dilakukan di sini menjadi wahana yang bisa memperbesar gerakan kita," ujar Yanes.

Dalam  acara gelar perkara ini menghadirkan 3 ahli hukum yakni mantan Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, Ratnaningsih Dasahasta dan Dezonda Rosiana Pattipawae dari Fakultas Hukum Universitas Patimura Ambon, dipandu oleh Roni Siwabessi sebagai moderator.

KontraS mencatat, praktik kriminalisasi telah menihilkan aturan hukum dan meninggalkan prinsip peradilan yang jujur dan hanya menyadarkan proses hukum pada irasionalitas dan pemaksaan  karena putusan yang dipaksak

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar