Konflik Pilkades di Halsel Cukup Memiriskan

By Kabar Pulau 20 Jan 2017, 15:03:48 WITKabar Kampung

Konflik Pilkades di Halsel Cukup Memiriskan

 Dari Warga Yang  Terusir Hingga Kades yang  Batal Dilantik Camat

Proses pemilihan kepala desa secara serentak  di Kabupaten Halmahera Selatan telah selesai sejak Desember 2016 lalu. Bahkan sebagaian  kepala desa terpilih kini telah dilantik. Proses demokrasi yang berlangsung di desa itu   memiliki hiruk pikuk dan magnet tersendiri di kalangan masyarakat desa di Halmahera Selatan. Pasalnya prosesnya ternyata hingga kini masih meninggakan bara konflik. Banyak persoalan yang tersisa dan sekali-sekali akan meletup menjadi konflik antar masyarakat. Betapa tidak saat ini akibat dari konflik Pilkades itu, ada bahkan   warga yang terusir dari kampungnya karena kalah Pilkades. Ada bahkan panitia Pilkadesnya dihakimi hingga nyaris tewas. Bahkan ada yang memalang Kantor Camat hingga berhari hari.  Warna warni konflik dan kekerasan ini   menjadi bunga rampai proses Pilkades di Kabupaten paling selatan Halmahera itu.

Tak terhitung jumlahnya konflik yang muncul saat proses pelaksanaan hingga selesai Pilkades.  Baru-baru ini ada 76 Kepala Keluarga dari Desa Yomen Kecamatan Gane Barat Selatan bahkan sampai terusir keluar dari kampungnya dan ingin membuat kampung baru. Ini salah satu contoh dampak dari konflik Pilkades yang terjadi di daerah itu. "Mereka  yang keluar dari desa Yomen dan mau membuat kampong baru itu adalah pendukung kandidat kepala desa yang. Mereka dibawa kandidat itu sendiri karena merasa diasingkan," ujar Anggota DPRD Halsel dari Fraksi NasDes Akmal Ibrahim belum lama ini. Dia malah menyatakan mendukung langkah yang diambil ratusan warga itu.Ibrahim mengatakan tidak  ada kaitannya antara putra daerah  dan pendatang seperti  isu yang berkembang.  Keluarnya 76 KK dari  Desa Yomen itu murni diasingkan oleh warga  dan membangun dusun

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar