Kerusakan Hutan di Obi Cukup Serius

By Kabar Pulau 02 Jul 2018, 15:02:41 WIT

Kerusakan Hutan  di Obi  Cukup Serius
Rusaknya hutan di Obi terlihat sangat nyata. Foto/Forest Watch Indonesia

Suara Muhammad  Risman terdengar lantang di pagi  menjelang siang pada Kamis (20/4) lalu. Dia bersuara  memprotes penderitaan  warga Pulau Obi yang hingga kini tak mendapatkan perhatian. Protes  ini cukup  beralasan karena  di Obi  saat ini  sedang terjadi eksploitasi  besaran- besaran oleh perusahaan tambang dan HPH. Sementara kondisi warganya miris.         

Sejumlah  Pemuda  yang menamakan dirinya Barisan Pemuda Pelopor (BAPPOR) Kepulauan Obi itu,  bersama mahasiswa menggelar aksi di depan kantor perusahan  tambang  PT Harita Group  di Jalan Kantor Camat Ternate Selatan. Aksi ini sebagai ungkapan protes karena selama ini perusahaan banyak mengeksploitasi hutan dan tambang  di pulau ini tetapi  bagi mereka,  masyarakat tidak mendapatkan  apa-apa. Dalam orasi dan pernyataan sikap, meminta perusahaan dan  pemerintah  bertanganggung jawab  akibat rusaknya lingkungan dan  warga yang menderita.

  “Saudara-saudara tercinta, tidak ada yang paling terhormat, hanyalah harga diri. Jika harga diri kita  diinjak-injak maka lebih baik mati sebelum  kita lahir ke bumi ini,” teriak Risman pagi itu.

 

Menurutnya, sudah jelang lebih dua tahun ini saudara- saudara mereka di  Kepulauan Obi ditimpa bencana banjir dahsyat, bahkan hingga kini warga beberapa desa masih terpuruk secara ekonomi dan sosial. Sayangnya, tidak ada perhatian.  “Ada dugaan  kejahatan lingkungan oleh perusahan kayu bernama  PT. Poleko Yubarson, yang beroperasi di wilayah Obi. Tepatnya di puncak gunung Desa Jikotamu, Desa Buton, Desa Akegula, Desa Laiwui, Desa Kampong Baru. Perusahaan ini mengantongi  Izin No. 962/KPTS-II/99 tgl. 14 Oktiber  1999 dengan luas wilaya

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar