Kemarau Panjang, Warga Hiri Krisis Air Bersih

By Andhy EH 24 Des 2016, 19:11:42 WITKabar Kota Pulau

Kemarau Panjang, Warga Hiri Krisis Air Bersih

Musim kemarau saat ini sudah berjalan 6 bulan. Kondisi   ini  benar-benar dirasakan warga yang berada di  pulau kecil. Pasalnya tidak hanya air minum  yang kering, mereka juga harus   berjuang karena tanaman   seperti singkong yang mereka tanampun mati kekeringan. Kondisi paling nyata bisa   dilihat apa yang dirasakan oleh warga Pulau Hiri Kecamatan Pulau Ternate saat ini.  Dalam memperoleh air bersih saja, warga enam kelurahan di pulau ini terpaksa bolak-balik menyeberang ke Ternate membeli air dengan ongkos yang cukup besar. Naser Ridwan warga Fahudu ditemui menuturkan, kondisi mereka saat ini sangat susah. Air bersih untuk konsumsi sehari-hari saja   sulit mereka dapatkan.  Apa yang diungkapkan Naser   ini mewakili 3 ribu jiwa lainnya yang hidup di pulau seluas 12,96 kilometer persegi ini.  Ditemui  Selasa (13/10) lalu, dia dan putranya  tengah menempuh perjalanan 2 kilometer dari kampungnya menuju Pelabuhan Hiri. Dari sini  mereka kemudian menyeberang ke Ternate  membeli air.

Sekadar diketahui  Pulau  Hiri selain tak memiliki sumber air, mereka juga jarang mendapatkan pasolan air bersih dari pemerintah. Mereka biasanya menggunakan air hujan untuk konsumsi sehari-hari. Di musim kemarau seperti ini  air hujan yang tersedia di bak-bak penampungan juga mengering.  “Sudah tiga bulan terakhir hujan tak pernah turun,” katanya.  Karena ketiadaan air itu warga terpaksa  membeli air di Ternate Rp 20 ribu per 25 liter. Bisa dihitung ongkos yang harus dikeluarkan, mulai dari ojek, ongkos pengangkutan ke  Hiri  hingga harga air.  Untuk membeli 50 liter air bersih bisa mengeluar

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar