Hindari Menggembalakan Sapi di TPA Takome

By Kabar Pulau 09 Feb 2017, 07:32:42 WITLingkungan Hidup

Hindari Menggembalakan Sapi di TPA Takome

Saat ini banyak orang  memelihara dan melakukan upaya penggemukan sapi di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Di TPA Takome terdapat ratusan sapi yang tumbuh kembang   dan sudah berlangsung cukup lama. Sapi-sai ini  memakan apa saja yang mereka temukan. Setiap truk sampah datang  menurunkan sampah, maka akan langsung dikerumuni  sapi dan pemulung.

Kondisi   telah berlangsung   cukup lama. Sikap pemerintah  pun hanya  membiarkan fenomena yang dianggap tak lazim tersebut. Sangat besar peluang sapi-sapi  ini  terkontaminasi zat-zat berbahaya. Bahkan dikhawatirkan  mempengaruhi daging sapi yang ujung-ujungnya berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi.

Kegiatan penggembalaan  sapi di TPA Takome saat ini sebenarnya perlu  dihindari karena banyak dampat negatif yang  akan dihasilkan. Selain membahayakan sapi terkait terkena penyakit sapi, juga akan menimbulkan risiko bahaya  bagi manusia jika daging sapi-sapi itu dikonsumsi. Beberapa penyakit  sapi atau bahkan berujung pada kematian sapi telah dijumpai di beberapa kasus sapi yang dibiarkan hidup di TPA.

Penelitian terhadap hewan ternak sapi, yang digembalakan di TPA sudah banyak dilakukan. Salah satunya TPA Putri Cempo Mojosongo Surakarta terdapat kandungan logam berat yang berbahaya yang melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2009 seperti Kadnium pada hati sapi sebesar 0,05 ppm, pada paha daging sapi terdapat Zink sebesar 44,5 ppm dan Timbal (Pb) 2,00 ppb (Agus Suyato -Program Studi Teknologi Pangan UMM Semarang).

Hal ini mengindikasikan bahwa sapi yang digembalakan di lokasi itu terindikasi terkena pencemaran logam timbal (Pb), Kadnium (Cd) dan Zink (Zn). Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan sapi dan manusia yang mengkonsumsi daging sapi tercemar.


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar