Cara Memperoleh Batu di Lokasi Tambang

By Andhy EH 24 Des 2016, 21:00:05 WITKabar Kampung

Cara Memperoleh Batu di Lokasi Tambang

Ada beragam cerita unik di lokasi penambangan Batu Bacan. Baik dari cara maupun aturan yang dianut penambang saat memulai penambangan hingga menemukan batu. Saat membuka lubang galian baru, misalnya, harus dilakukan dengan ritual. Ritual tersebut berupa pemberian seserahan seekor ayam putih dan menggelar tahlilan kecil-kecilan. Pemberian seserahan dilakukan dengan melepaskan ayam putih yang dibawa dari perkampungan ke tengah hutan. Selain agar terhindar dari marabahaya, ayam putih tersebut juga sebagai ‘alat tukar’ dengan sosok ‘penjaga hutan’. “Ritual itu kita lakukan karena tanah ini memiliki tuan (penunggu, red). Kita datang ke sini dan mengambil ‘harta’ mereka, maka sebagai gantinya kita berikan ayam putih itu,” kata Ahmad Saman, salah satu penambang di Majiko.

Ahmad mengaku semua kelompok yang datang menambang melakukan ritual tersebut. Memang, di lokasi tambang tampak ratusan ekor ayam putih berkeliaran. Ayam-ayam tersebut tidak dikonsumsi karena dianggap sudah menjadi milik ‘tuan tanah’. Diyakini, ‘tuan tanah’ di lokasi pertambangan Kasiruta adalah jin muslim. Karena itu, para penambang pun tak berani melakukan hal-hal yang melanggar norma selama berada di lokasi pertambangan. “Bahkan telur ayam itu pun tak berani kami makan,” cerita Ahmad. Tak hanya ayam, berbagai hewan liar seperti babi, musang dan rusa yang ada di hutan juga tidak pernah disentuh penambang.

Cerita mistik di penambangan batu bacan tidak hanya pada awal proses. Penambang yang sedang bekerja di dalam lubang juga selalu terikat utnuk tidak melakukan hal-hal yang dianggap tabu. Kentut, meludah, buang air, atau makan dan minum di dalam lubang merupakan hal-hal yang terlarang dilakukan. Bahkan mengeluarkan kata-kata kotor pun tak bisa dilakukan. Anggota kelompok penambang yang bekerja di lubang

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar