Berbeda Pilihan Politik Pasien Puskesmas Lambat Dilayani

By Andhy EH 19 Des 2016, 22:36:21 WITKabar Malut

Berbeda Pilihan Politik Pasien Puskesmas Lambat Dilayani

SANANA- Diduga karena berbeda pilihan politik, Kepala Puskesmas Dofa,Kecamatan Mangoli Barat, Welmintje Hadi enggan memberikan pertolongan kesehatan kepada salah satu warga Dofa yang menderita sakit parah. Meski sudah berulang kali dipanggil warga untuk melayani mereka yang sakit, namun kepala Puskesmas (Kapus) tak menggubris panggil warga tersebut. Setidaknya hal ini ditemukan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula Burhanudin Buamona Minggu (11/10) dua pekan lalu.

'Saat menerima laporan itu, kebetulan saya di Dofa. Saya langsung hubungi kepala Puskesmas,
dan akhirnya ada salah satu perawatnya dating melayani warga yang sakit tersebut,' jelas Wakil Ketua Komisi III, Burhanudin Buamona. Setelah dipaksa, dan salah satu staf perawatnya datang, pasien
tersebut kemudian diberikan obat dan infus, karena kondisi pasien sudah sangat lemah.  'Setelah pasien itu diberikan infus, perawatnya minta satu botol infus biayanya Rp 500 ribu. Mereka beralasan karena
pasien tak mau ke Puskesmas, jadi harganya menjadi mahal. Ini keterlaluan. Warga yang sudah susah dibuat susah,' tandasnya.
Politisi PKB ini mengaku, sudah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan, Hindun Pauwah, namun Kadis kurang respek dengan persoalan ini.' Saya sudah hubungi tapi nampaknya kadis  terkesan melindungi kepala puskesmas,' ujarnya.
 Sementara Sekertaris Dinas Kesehatan M Irfan Pora, mengaku masih akan mengkonfirmasikan masalah ini langsung dengan Kepala Puskesmas. ' Kadis sementara di Fala, disana jaringan telkomselnya tak ada. Kalau masalah ini nanti saya tanyakan langsung dulu masalahnya dengan
kepala puskesmas Dofa,' tandasnya (ul)


Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar