Melihat Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup P3K

By Kabar Pulau 26 Nov 2018, 09:40:10 WITKabar Kampung

 Melihat  Festival Kalaodi, dan Pekan Lingkungan Hidup   P3K
Kabata dutu, atau tradisi menumbuk padi secara bergotong royong yang masih dilestarikan hingga kini

Ajakan Kembali ke Alam  hingga Lindungi Pulau dan Laut

Penulis: Mahmud Ici Wartawan Kabarpulau.com 

Gendang dan tifa mengiringi  soya-soya Kalaodi. Tarian  itu sekaligus menjadi salam pembuka kepada tamu  dan warga  yang datang   menyaksikan    festival  Buku se Dou Kalaodi   Kota Tidore Kepulauan. Selain festival Kaaodi,   dilanjutkan  dengan  Pekan Pelestarian Hutan Mangrove dan Ekowisata Pesisir Laut  di Kayoa Halmahera Selatan. Acara ini   adalah satu rangkaian  dalam rangka ulang tahun ke- 38 WALHI di Maluku Utara  Sabtu (17/11) pekan lalu. 

Di buka dengan Festival Kalaodi di Tidore,  acara itu  begitu meriah.  Para tamu yang hadir  termasuk para pembicara  selain menikmati suguhan tarian bernilai perang  dan  symbol perjuangan, mereka   juga menikmati   tarian   dan nyanyian tentang kearifan dan ajakan  kembali ke alam. Dalam    festival  ini  warga  Kalaodi turut menampilkan  tarian soya-soya kalaodi,  kabata marong nyanyian saat membersihkan kebun, kabata moro- moro  nyanyian sambil menumbuk padi  serta  memamerkan berbagai hasil kerajinan  dari bamboo  dan  batok kelapa hingga   makanan tradisional   dari hasil kebun.

Menurut  Samsudin Ali Sekretaris Kampung Kalaodi.   ada yang kurang dari festival ini,    kegiatan paca goya  atau “nyepi” nya orang Kalaodi   yang dilakuka setiap tahun itu  sudah  lewat  pelaksanaannya  beberapa waktu lalu. Paca goya  adalah     penghargaan terhada

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar