Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif

By Kabar Pulau 13 Feb 2018, 03:12:52 WITKabar Malut

   Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif
Hutan di Taman Nasional Ake Tajawe

Oleh Lusia Arumingtiyas, Jakarta

Pengakuan  dan perlindungan hak-hak masyarakat adat masih minim di negeri ini. Dalam dua tahun terakhir, kurang dari 50.000 hektar hutan adat mendapatkan penetapan dari 9,3 juta hektar pemetaan partisiatif yang diserahkan Badan Registrasi Wilayah Adat. Untuk itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta lebih aktif demi percepatan ini.

 Di Provinsi Maluku Utara sendiri saat ini diusulkan ada 18 kawasan hutan adat atau 98132 hektar.  Kawasan tersebut masih dalam sebatas usulan. Soal adanya usulan penetapan hutan adat ini, berbagai pihak mendesak pemerintah daerah ikut mendorong sehingga bisa segera terwujud.  

Dilansir dari Mongabay.co.id  dalam merealisasikan hal ini  perlu ada keikutsertaan dan dukungan pemerintah daerah. ”Secara konstitusi, penetapan mengenai subyek hukum itu ada di (pemerintah) daerah. Jika tak ada peran pemda, tak jadi barang ini,” kata Noer Fauzirachman, pakar agraria pada rapat Koordinasi Nasional Hutan Adat di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam penetapan hutan adat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perlu dukungan pemerintah daerah. Peran pemerintah daerah, katanya, jadi sangat penting dalam pengakuan hak masyarakat adat dan simpul negosiasi. Jadi, katanya, perlu komitmen dan kemauan politik pemda.

Dalam rakornas yang diikuti pemerintah pusat, juga pemerintah daerah dan pendamping masyarakat ini mulai menginventarisasi wilayah adat untuk melihat potensi.

KLHK pun akan mencadangkan usulan hutan adat dalam peta kehutanan. Tujuannya, mempercepat dan mengurangi risiko konflik maupun mengamankan wilayah agar tak terbebani izin.

Kini, sudah ada 40 peraturan daerah mengatur masyarakat adat, baik peraturan daerah, peraturan gurbernur, peraturan wali kota/bupati dan keputusan kepala daerah.

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar