“MAYDAY”

By Andhy EH 24 Des 2016, 22:35:07 WITOpini

“MAYDAY”

Oleh : F. Lolahi

Warga Dufa-Dufa Tobelo, Halmahera Utara

Hari ini, seratus tiga puluh tahun yang lalu, suatu peristiwa yang kemudian akan dikenang umat manusia sepanjang masa, nostalgia kelam yang selalu dipenuhi amarah dan darah, abad dimana kesedihan adalah prasasti megah dalam episentrum sejarah, sebuah ornamen dari aurora keculasan yang memeras nalar dari nurani, namun mengencingi apa yang telah kita imani sebagai moral dan norma.

Inilah hari dimana cinta diamputasi dari hati, jiwa kemanusiaan goyah lalu tercerabut dari tahta suci yang azali membuat ratusan orang tergeletak tak berdaya, disiksa lalu ditembaki secara brutal tanpa ada rasa iba, baris nisan pun berdiri tegak mengisi lantai bumi yang penuh bau amis, sementara supremasi rasa adil hanyalah dusta para dewa, merampas adalah cara lain yang harus digunakan.

 Tahun 1886 tepatnya. Mereka, yang dikemudian hari disebut buruh, dipanggil tarmijah atau yang pun dikenang dengan nama marsinah adalah sesosok individu, ataupun  sekelompok manusia yang dari keringat mereka alasan pabrik itu didirikan, subjek penyebab segelintir tuan mencetak uang, sadar dan mulai mengorganisir diri, menolak menjadi alas kaki maha diraja bedebah kaum pemilik modal, upah rendah, pengurangan jam kerja serta standar disiplin yang ketat terakumulasi menjadi satu tuntutan, menjadi dasar perlawanan mereka. Tragisnya tuntutan itu diamini dengan drama pembantaian.

Ditangkap, disiksa, ditembak sampai dibunuh adalah lakon yang menghantui nafas para demonstran kala itu, dan hasilnya mudah ditebak, dari kisah ini, banyak istri yang kehilangan suaminya, banyak anak yang kehilangan ibu-bapaknya, banyak adik yang kehilangan kakaknya. Banyak air mata dan darah yang tertumpah. Banyak, terlampau banyak duka sungguh.

Empat tahun

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar