“Catatan Kebudayaan; Rumahku Ternate”

By Kabar Pulau 18 Jan 2017, 06:48:23 WITOpini

“Catatan Kebudayaan; Rumahku Ternate”


 

Oleh:  Hudan Irsyadi, AR

 Anggota JiKTI dan Peneliti pada Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Maluku Utara

 

            Memulai cerita tentang Ternate rasanya kurang lengkap tanpa ditemani secangkir kopi jempol. Kopi khas orang Ternate ini masih terasa nikmat ditengah gempuran kopi produk kapital dalam kemasan sachet. Meskipun campuran jagung kian hari kian terasa sesak ditenggorokan, tetapi ia masih tetap memancarkan kelokalannya.

            Melanjuti cerita tentang Ternate, tentu aspek historis selalu menjadi catatan yang membanggakan. Kekaguman tentangnya, seakan membahana terus-menerus. Ternate, disamping Tidore, Bacan dan Jailolomerupakan bagian integral dari empatkesultanan di Maluku Utaradalam bingkai Moloku Kie Raha. Adapun juga,Ternate tercatat sebagai daerah penghasil rempah-rempah (spice island) yangdiperebutkan oleh bangsa-bangsa asing pada zamannya dahulu. Namun seiring dengan berkembangnyazaman, nama Ternate seakan tertidur pulas ditutupi oleh selimut sejarahnya. Ada semacam suatu kebanggan historis tanpa sebuah tindakan yang progres dalam membentengi nama harum aroma cengkih dan pala. Entah itu dilakukan secara sadar atau tidak sama sekali.

 

“Pernak-pernik Ternate”

            Sangat sulit menceritakan Ternate ketika kita berada dirantau. Dikhususkan bagi kita yang berada di pulau Jawa, Sumatera maupun Kalimantan. Bagi mereka kebanyakan jika ditanya mengenai Ternate, maka jawabannya adalah Ambon. Begitulah penggalan cerita dari beberapa sahabat s

Tulis Komentar Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar